4 Larangan Pernikahan Berdasarkan Kepercayaan Adat Jawa

4 Larangan Pernikahan Berdasarkan Kepercayaan Adat Jawa

Menikah merupakan hak dan impian dari semua orang, hampir setiap hari ada saja orang yang menikah. Pernikahan dengan izin orang tua dengan orang yang terkasih membuat Anda merasa bahagia dan hati berbunga-bunga.

Sayangnya beberapa orang harus menelan kekecawaan karena pernikahan yang gagal terlaksana. Kegagalan pernikahan bisa saja terjadi karena izin orang tua bahkan larangan adat istiadat yang menjadi kepercayaan keluarga besar jasa event organizer jakarta. Tahukah Anda, jika di Jawa, ada larangan pernikahan berdasarkan adat yang hingga kini masih banyak dibicarakan dan dipercayai. Berikut ini larangan pernikahan berdasarkan kepercayaan adat Jawa, simak jika Anda ingin menikah dengan menggunakan prosesi adat Jawa:

Menikah Tepat Di Bulan Muharram (Syuro)

Masyarakat Jawa menganggap jika menikah tepat di bulan muharram atau syuro harusnya dihindari karena pada bulan tersebut dipercayai sebagai bulan keramat, jangan sampai ada pernikahan atau hajatan yang digelar di bulan tersebut. Jika dilanggar, maka masyarakat setempat percaya jika pasangan yang menikah dan kedua keluarga besar akan mendapatkan musibah maupun malapetaka.

Posisi Rumah yang Berhadapan

Di Jawa Timur banyak orang yang beranggapan jika rumah calon mempelai bisa memengaruhi keharominisan keluarga. Barang siapa rumah calon mempelai saling berhadapan, maka rumah tangga mereka dikhawatirkan akan mengalami berbagai masalah, solusi masalah ini adalah salah satu calon mempelai diharuskan untuk pindah dari rumahnya ke rumah kerabat yang letak rumahnya tidak berhadapan. Karena larangan ini, tidak sedikit pasangan pengantin yang gugur menikah.

Pernikahan Jilu/Lusan

Siji karo telu atau katelu dan sepisan, bagi sebagian besar masyarakat di Jawa, banyak yang menilai jika pernikahan Jilu yaitu pernikahan di antara anak pertama dengan anak ketiga sebaiknya tidak terjadi, karena dipercayai bisa mendatangkan cobaan serta masalah di dalamnya, mereka menganggap jika perbedaan karakter yang jauh dari anak pertama dan ketiga menjadi pertimbangan mengapa pernikahan tersebut mestinya dihindari.

Pernikahan Siji Jejer Telu

Siji jejer telu merupakan ketika kedua dari calon mempelainya sama-sama anak pertama srta salah satu orang tua juga anak pertama di keluarga. Bila pernikahan ini tetap terjadi, sebagian masyarkat percaya jika pernikahan akan mendatangkan malapetaka dan kesialan.

Weton Jodoh

Perhitungan weton jodoh merupakan perhitungan kecocokan pasangan, bila wetonnya tidak cocok maka sebaiknya tidak terjadi pernikahan dan dibatalkan saja.